Langsung ke konten utama

Pesan Seorang Veteran Kepada Cucunya Karya : Mareta Asryanti (March Az)


Kenanglah cu, dunia dimasa kau masih berukuran pendek
Ibumu, ayahmu, tetanggamu, rakyat-rakyat dinegaranya
Kusut
Kusut sekusut-kusut benang tipis dengan seribu lilitan
Sebatang ubi yang dipotong delapan bagian lalu dengan rela atau tidak
digasak kedalam mulut
karena perut terlalu bising, banyak protes, tak paham kondisi raganya
Kenanglah cu, saat lagu kebangsaan dengan gagahnya terdengar diradio-radio tetangga
Kami, kedua orangtua dari ibumu, menatap langit tujuh belas lalu berpelukan tersedu-sedu dibalik mihrab bambu
satu persatu derai tercucur jua, setelah berpuluh-puluh tahun lamanya ia menyudut menganak sungai
Tapi hari sakral itu menggoyahkan ketegaran kami
Bukan karena penyesalan,
Tapi begitu harunya kami pada generasi-generasi pejuang lalu  demi sebuah negara yang berdaulat
Mengingat betapa getirnya negara ini setelah itu, setelah bermil-mil jauhnya dari kenangan lalu
Mungkin mereka tak tahu duduk perkaranya  atau memang dengan sengaja menggubrisnya
Satu persatu ocehan tentang kemerdekaan diperdengarkan
Hingga puncak kedaulatannya punya nama baru
Demokrasi yang melahirkan demostrasi

Terlalu riuh negara ini
Banyak orang pintar lupa tentang perjuangan dan hakikat kemerdekaan
terpenting, mereka mampu memiliki stelan jas hitam juga sepatu mengkilat juga tidak melupakan dasi panjangnya

Kepadamu cucuku,
Ku perjelas sedikit tentang perjungan agar melekat konkrit dalam ingatanmu
Perjuangan sesungguhnya bukan perang politik,
Bukan perang berjualan mata uang
Perjuangan bukan selicik itu
Perjuangan sesungguhnya ketika hatimu bersedia bertaruh untuk kemerdekaan hakiki
Yang konteksnya kemerdekaan bersama
Perjuangan tidak semudah membuat bumbu perencah nasi goreng dan ataupun
Ku sampaikan,
Aku bukan bermetafora semata, karena kau kini sudah dewasa
tangkaplah dengan visualmu, lihat bahwa sekarang negara ini merangkap menjadi  lahan kebuasan politik

Tapaktuan, 16.49

03 September 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zen Oleh March Az

“Aku sudah jauh pergi dari kota yang mempertemukan kita.   Jauh, jauh sekali,   bahkan jika kau cari aku kembali, aku jamin kau tidak akan menemukan ku. karena aku sudah berjanji pada sejarah untuk melupakanmu” Itulah isi email yang kau kirim pada ku zen, kurang lebih tujuh tahun yang lalu. Sering sepertiga malam setalah aku shalat malam, ku buka komputer lipat ku, sign in email dan mencari-cari pesan terakhirmu yang kau kirim padaku lewat email. Aku tau zen, ini bukanlah tahun-tahun pertama kau meninggal kan ku, tapi ada sesutu yang sulit ku jelaskan tentang posisimu di hatiku. Bahkan tanpa kabarmu dalam kurun waktu yang begitu lamapun hatiku tetap saja berada disana, bersamamu. Cinta ini memang sudah tak tampak, namun ia tak hilang. Ia hanya mengubah bentuk pencitraannya saja. Lebih nya cinta ini berkamuflase menjadi boomerang rindu yang ahh, tidak dapat ku sampainya zen. Jujur saja rasa rindu itu sedikit benyak membunuh jiwaku Zen, dulu saat-saat kita masih berseraga...

Makalah penelitian “ PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG TANAH”

OLEH: Nama                  : Rizky Syahputra Kelas                   : x3 Judul penelitiian : “ PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG TANAH” Kata penghantar Makalah penelitian Karya Ilmiah Remaja yang berjudul “PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG TANAH” bertujuan untuk mengupas lebih dalam tentang             pertumbuhan tanaman kacang tanah. Makalah penelitian ini juga bertujuan untuk menambah wawasan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Sebagai makalah penelitian, hakikatnya hasil dari penelitian-penelitian tersebut dijadikan satu hingga menjadi suatu himpunan karangan pengatahuan yang berguna untuk umum.. Para pembaca makala...

Katagori : Cerpen

Chebi dan Kempri Oleh : March Az Waktu subuh yang masih digulung kelam membawa katak yang tengah bermalas-malasan harus bangkit dari mimpi malamnya. Hutan membuatnya terpaksa melompat-lompat kembali kesana. Bukan prihal sederhana, karena ingin bersilaturahmi dengan hewan dan binatang lainnyya sekaligus memberi kabar gembira bahwa telah menetas diatas dunia yang penuh sandiwara ini anak-anaknya, kecebong indah dang mungil.   Sebelum ia berranjak pergi, tak lupa ia titipkan kecebong-kecebong ini pada tumbuhan Putri malu. Kecebongan yang tinggal didalam kubangan air berwarna coklat. “ Putri malu, ku amanatkan padamu anak-anakaku kempri” Pesan sang katak. Putri Malu terheran-heran mendengar sebutan kecebong tersebut. “Kempri?” tanya putri malu dalam hati. Sang katak seolah paham rasa gusar dihati Putri malu, segera ia menjelaskan menganai arti dari nama anak-ananknya itu. “ Kempri itu seperti nama-nama orang besar. Terdiri dari enam huruf. 4 konsonan dan 2 huruf vokal. 4 : 2 Se...