Langsung ke konten utama

Tersirat Rembulan Cipt : Ira Afridha




Binar kaku terpancar diwajah itu
Keluh kesah seakan saling berbagi waktu
Tergores dengan panah,  yang panas, membara seperti api
Bercampur kekeliruan seperti kedamaian tak kunjung datang
Terlukis dibenakku tentang keharmonisan
Akankah aku mendapatkan itu?
ini bukan sekedar keharmonisan sesaat, tetapi cukup membuatku merasa hidup ditengah kedamaian
Mungkin celotehanku ini, cukup membuat mereka mengerti akan pentingnya suasana
Aku tidak menuntut apa-apa, aku hanya ingin mereka memahami bahwa aku ada, aku ingin dibanggakan !
Penat aku sendiri mendengar kebisingan disaatku berada ditengah kalian
Mendegar apa yang tak pantas ku dengar
Memahami yang tak seharusnya aku pahami
Terfikir olehku, logikakah mereka menghardik, memaki di depan buah hatinya?
apakah akan ada ketenangan ditempat yang ganas bersama kegelapan?!
Aku! Ya, aku adalah pelita kalian
Aku patutnya mendapat  kesenangan, bukan mendengar luapan emosi yang mencabik-cabik hati
apalah arti kehidupan  untuk kalian?
Aku tau kita tak punya dan kita bukan layaknya para bagsawan
Tapi mengapa kita tak gunakan sedikit kasih sayang
apakah malu menunjukkan?
Terasa hidupku tertekan, sungguh !
Apakah kalian bisa pahami? Padahal hanya semangat dan doa dari kalian yang aku inginkan
Hanya itu! Sederhanakan?!
Memang tak tampak perihnya luka yang aku pendam
Ini seperti tersirat, tak sanggup ku utarakan
Aku ingin cinta kasih menyelimuti kita
Tak ada yang lain, hanya itu, cukup itu!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zen Oleh March Az

“Aku sudah jauh pergi dari kota yang mempertemukan kita.   Jauh, jauh sekali,   bahkan jika kau cari aku kembali, aku jamin kau tidak akan menemukan ku. karena aku sudah berjanji pada sejarah untuk melupakanmu” Itulah isi email yang kau kirim pada ku zen, kurang lebih tujuh tahun yang lalu. Sering sepertiga malam setalah aku shalat malam, ku buka komputer lipat ku, sign in email dan mencari-cari pesan terakhirmu yang kau kirim padaku lewat email. Aku tau zen, ini bukanlah tahun-tahun pertama kau meninggal kan ku, tapi ada sesutu yang sulit ku jelaskan tentang posisimu di hatiku. Bahkan tanpa kabarmu dalam kurun waktu yang begitu lamapun hatiku tetap saja berada disana, bersamamu. Cinta ini memang sudah tak tampak, namun ia tak hilang. Ia hanya mengubah bentuk pencitraannya saja. Lebih nya cinta ini berkamuflase menjadi boomerang rindu yang ahh, tidak dapat ku sampainya zen. Jujur saja rasa rindu itu sedikit benyak membunuh jiwaku Zen, dulu saat-saat kita masih berseraga...

Makalah penelitian “ PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG TANAH”

OLEH: Nama                  : Rizky Syahputra Kelas                   : x3 Judul penelitiian : “ PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG TANAH” Kata penghantar Makalah penelitian Karya Ilmiah Remaja yang berjudul “PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG TANAH” bertujuan untuk mengupas lebih dalam tentang             pertumbuhan tanaman kacang tanah. Makalah penelitian ini juga bertujuan untuk menambah wawasan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Sebagai makalah penelitian, hakikatnya hasil dari penelitian-penelitian tersebut dijadikan satu hingga menjadi suatu himpunan karangan pengatahuan yang berguna untuk umum.. Para pembaca makala...

Katagori : Cerpen

Chebi dan Kempri Oleh : March Az Waktu subuh yang masih digulung kelam membawa katak yang tengah bermalas-malasan harus bangkit dari mimpi malamnya. Hutan membuatnya terpaksa melompat-lompat kembali kesana. Bukan prihal sederhana, karena ingin bersilaturahmi dengan hewan dan binatang lainnyya sekaligus memberi kabar gembira bahwa telah menetas diatas dunia yang penuh sandiwara ini anak-anaknya, kecebong indah dang mungil.   Sebelum ia berranjak pergi, tak lupa ia titipkan kecebong-kecebong ini pada tumbuhan Putri malu. Kecebongan yang tinggal didalam kubangan air berwarna coklat. “ Putri malu, ku amanatkan padamu anak-anakaku kempri” Pesan sang katak. Putri Malu terheran-heran mendengar sebutan kecebong tersebut. “Kempri?” tanya putri malu dalam hati. Sang katak seolah paham rasa gusar dihati Putri malu, segera ia menjelaskan menganai arti dari nama anak-ananknya itu. “ Kempri itu seperti nama-nama orang besar. Terdiri dari enam huruf. 4 konsonan dan 2 huruf vokal. 4 : 2 Se...